Jayapura, semuwaberita.com - Klub Persipura Jayapura saat ini tengah menghadapi tantangan besar menjelang bergulirnya musim kompetisi baru Liga 2 2026/2027. Sejumlah persoalan, mulai dari sanksi pertandingan tanpa penonton hingga pertimbangan efisiensi operasional, menjadi bahan evaluasi manajemen dalam menentukan langkah terbaik bagi klub.
Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, dalam rilis persnya, Minggu (12/07/2026) mengatakan, akibat terkena sanksi, mengharuskan klub berjuluk Mutiara Hitam itu menjalani laga kandang tanpa kehadiran suporter pada putaran pertama.
"Tentunya ini dipastikan akan berdampak terhadap kondisi keuangan klub. Hilangnya pemasukan dari penjualan tiket menjadi salah satu konsekuensi yang harus dihadapi manajemen," ungkap Owen.
Sebagai upaya menekan biaya operasional, lanjut Owen, manajemen Persipura sedang mempertimbangkan opsi memindahkan pertandingan kandang ke Pulau Jawa. Namun, pilihan tersebut bukan tanpa risiko. Berdasarkan regulasi kompetisi, Persipura berpotensi memulai musim dengan pengurangan satu poin apabila memutuskan menggunakan kandang di luar Papua.
"Ini bukan keputusan yang mudah karena menyangkut berbagai aspek. Kami harus mempertimbangkan kondisi finansial, kepentingan kompetitif, serta menjaga identitas Persipura sebagai kebanggaan masyarakat Papua," keluhnya.
Menurut Owen, hingga kini manajemen masih mengkaji seluruh konsekuensi dari setiap pilihan sebelum menetapkan keputusan final. Ia menegaskan, apa pun langkah yang diambil nantinya akan berorientasi pada kepentingan jangka panjang klub, bukan sekadar solusi sesaat.
Owen juga mengajak seluruh keluarga besar Persipura untuk tetap memberikan dukungan dan doa di tengah situasi yang dihadapi klub. Ia meyakini kebersamaan seluruh elemen Persipura akan menjadi modal penting dalam menghadapi musim kompetisi mendatang.
Di sisi teknis, Owen menilai perjalanan Persipura pada musim lalu memberikan banyak pelajaran berharga. Meski hasil yang diraih belum memenuhi target, proses yang dilalui dinilai berhasil membangun kekompakan tim sehingga semangat dan moral para pemain kini berada dalam kondisi yang positif.
Dengan hadirnya pelatih baru, Persipura dipastikan akan menerapkan pendekatan permainan yang berbeda. Untuk menjaga kesinambungan filosofi klub, manajemen membentuk posisi Direktur Football yang bertugas memastikan identitas sepak bola Persipura tetap terjaga, terlepas dari siapa yang menangani tim.
"Filosofi sepak bola Papua akan selalu menjadi fondasi permainan Persipura. Sementara itu, strategi dan taktik akan terus berkembang mengikuti kebutuhan pertandingan serta karakter lawan yang dihadapi," jelasnya.
Sementara untuk komposisi pemain, manajemen akan lebih dahulu memaksimalkan potensi skuad yang sudah ada melalui proses evaluasi menyeluruh. Selain itu, Persipura juga berencana merekrut tiga pemain asing baru yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim untuk memperkuat daya saing pada musim mendatang.
Back to all news